Materi PKWU Rezaki Fadly

 

MATERI PKWU KELAS XII

Sistem Produksi dan Keselamatan Kerja

Analisis Tren Permintaan Tas Eceng Gondok di Pasar Internasional Tahun 2026 | Bikin Website Tanpa Ribet
InfoPublik - Ekspor Handicraft dan Home Decor Indonesia Terus Tumbuh
Rhino Smart Solutions
12

Mata Pelajaran: Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) Kelas: XII / Fase F Materi: Sistem Produksi dan Keselamatan Kerja

A. Sistem Produksi

1. Pengertian Sistem Produksi

Sistem produksi adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengolah bahan baku menjadi barang atau produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual melalui penggunaan tenaga kerja, alat, mesin, serta metode kerja tertentu.

Dalam mata pelajaran PKWU, sistem produksi diterapkan pada kegiatan pembuatan produk kerajinan, pengolahan makanan, budidaya, dan rekayasa sesuai bidang usaha yang dikembangkan.

2. Tujuan Sistem Produksi

  • Menghasilkan produk sesuai kebutuhan konsumen.

  • Menjaga kualitas dan keseragaman produk.

  • Menghemat waktu, tenaga, dan biaya produksi.

  • Meningkatkan jumlah produk yang dihasilkan.

  • Mengurangi pemborosan bahan baku.

  • Meningkatkan keuntungan dan daya saing usaha.

3. Komponen Sistem Produksi

Bamboo workshop at Uravu — KreativKonsum

a. Input (Masukan)

Bahan baku, tenaga kerja, modal, peralatan, mesin, energi, dan informasi yang dibutuhkan dalam proses produksi.

ชุ ม ช น บ้ า น ป่ า บ ง ย้ อ น อ ดี ต ใ น ชุ ม ช น จั ก ส า น เ ก่ า แ ก่

b. Process (Proses)

Kegiatan mengolah bahan baku menjadi produk melalui tahapan persiapan, pengerjaan, perakitan, dan penyelesaian.

Koleksi kriya lokal untuk dekorasi rumah estetik - Indonesia Travel

c. Output (Keluaran)

Produk jadi yang siap digunakan, dikemas, dipasarkan, atau dijual kepada konsumen.

man holds a craft item and clipboard while checking items among craft items

d. Pengendalian dan Evaluasi

Pemeriksaan kualitas produk, ketepatan ukuran, penggunaan bahan, waktu produksi, dan biaya agar hasil sesuai standar.

4. Tahapan Sistem Produksi

  1. Perencanaan produksi: menentukan jenis produk, jumlah produksi, target konsumen, dan jadwal kerja.

  2. Persiapan: menyiapkan bahan baku, alat, tempat kerja, serta tenaga kerja.

  3. Proses produksi: mengolah bahan sesuai desain dan prosedur kerja.

  4. Pengendalian kualitas: memeriksa bentuk, ukuran, fungsi, kekuatan, dan kerapian produk.

  5. Penyelesaian dan pengemasan: melakukan finishing, memberi label, serta mengemas produk.

  6. Evaluasi: menilai hasil produksi, biaya, kendala, dan peluang perbaikan.

5. Jenis-Jenis Sistem Produksi

Jenis

Penjelasan

Contoh

Produksi berdasarkan pesanan (job order)

Produk dibuat sesuai permintaan pelanggan.

Ukiran nama dan suvenir khusus.

Produksi massal

Produk sejenis dibuat dalam jumlah besar.

Tas kain model yang sama.

Produksi batch

Produk dibuat dalam kelompok atau sejumlah tertentu.

Produksi 50 kotak makanan per kelompok.

Produksi kontinu

Produksi berlangsung secara terus-menerus dan berulang.

Pabrik pengolahan minyak goreng.

6. Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Produksi

  • Kualitas dan ketersediaan bahan baku.

  • Keterampilan tenaga kerja.

  • Kondisi alat dan mesin.

  • Modal dan biaya produksi.

  • Teknologi yang digunakan.

  • Pengaturan waktu dan tempat kerja.

  • Pengawasan kualitas.

  • Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.

B. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

1. Pengertian K3

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah upaya untuk melindungi pekerja agar terhindar dari kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, dan bahaya yang dapat muncul selama proses produksi.

Dalam kegiatan PKWU, K3 perlu diterapkan sejak persiapan alat dan bahan hingga kegiatan produksi selesai.

2. Tujuan Penerapan K3

  • Mencegah kecelakaan kerja.

  • Melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja.

  • Menghindari kerusakan alat dan bahan.

  • Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.

  • Menjaga kelancaran proses produksi.

  • Mengurangi kerugian usaha akibat kecelakaan.

3. Jenis-Jenis Bahaya di Tempat Kerja

Jenis bahaya

Contoh

Cara pencegahan

Fisik

Kebisingan, panas, permukaan licin.

Gunakan pelindung dan jaga area kerja.

Mekanis

Pisau, gergaji, mesin pemotong.

Gunakan alat sesuai prosedur.

Kimia

Lem, cat, pelarut, bahan pembersih.

Gunakan ventilasi dan APD yang sesuai.

Biologis

Jamur atau mikroorganisme pada bahan.

Jaga kebersihan dan gunakan pelindung.

Ergonomi

Posisi duduk membungkuk terlalu lama.

Atur posisi kerja dan lakukan peregangan.

Listrik

Kabel terkelupas atau hubungan arus pendek.

Periksa kabel dan hindari tangan basah.

4. Alat Pelindung Diri (APD)

Premium Safety Goggles Udyogi UD 91 for Professionals

Kacamata pelindung

Melindungi mata dari debu dan serpihan bahan.

Portwest A55 Waterproof HR Cut Impact Glove Grey/Black| Safety Lifting

Sarung tangan

Melindungi tangan sesuai jenis bahaya dan pekerjaan.

Маска Sup Air противопрахова без клапа FFP1 | Tashev-Galving

Masker atau respirator

Mengurangi paparan debu atau zat tertentu jika sesuai dengan risikonya.

Sapato de Segurança PU com Bico de Aço CA 25689 4045BSES2400LL BRACOL - Anhanguera Ferramentas

Sepatu keselamatan

Melindungi kaki dari benturan, benda tajam, atau bahaya lainnya.

Catatan: APD harus disesuaikan dengan pekerjaan. Sarung tangan, misalnya, tidak boleh digunakan dekat bagian mesin berputar jika berisiko tersangkut.

5. Prosedur Keselamatan Kerja

Sebelum bekerja

  • Memeriksa kondisi alat dan bahan.

  • Memastikan tempat kerja bersih, rapi, dan memiliki pencahayaan cukup.

  • Menggunakan APD yang sesuai.

  • Memahami petunjuk penggunaan alat.

Saat bekerja

  • Menggunakan alat sesuai fungsinya.

  • Berkonsentrasi dan tidak bercanda ketika bekerja.

  • Menjaga jarak aman dari mesin dan benda tajam.

  • Tidak menyentuh peralatan listrik dengan tangan basah.

  • Segera melaporkan kondisi berbahaya.

Setelah bekerja

  • Mematikan dan mencabut sumber energi jika aman dilakukan.

  • Membersihkan serta menyimpan alat pada tempatnya.

  • Membuang limbah sesuai jenisnya.

  • Memastikan tempat kerja aman sebelum ditinggalkan.

6. Tindakan Saat Terjadi Kecelakaan Kerja

  1. Hentikan pekerjaan dan amankan area jika memungkinkan.

  2. Matikan sumber bahaya hanya jika aman dilakukan.

  3. Laporkan kejadian kepada guru atau penanggung jawab.

  4. Berikan pertolongan pertama sesuai kemampuan dan prosedur.

  5. Hubungi layanan darurat jika terjadi cedera serius.

  6. Evaluasi penyebab kecelakaan agar tidak terulang.

C. Contoh Penerapan pada Produksi Kerajinan

Contoh: membuat tempat pensil dari bambu.

【H.I.S.】ホイアン伝統工芸体験ツアー ~タンハー陶芸村&バンブークラフト~ダナン(ベトナム) のオプショナルツアー|海外現地ツアー格安予約

Tahap 1 — Persiapan

Menyiapkan bambu, penggaris, pensil, gergaji, lem, dan alat pelindung.

DIY Bamboo Fountain Scares Scavenging Critters | Make:

Tahap 2 — Pemotongan

Mengukur dan memotong bambu dengan hati-hati, menggunakan penyangga bahan dan pelindung mata.

100 Pack Natural Bamboo Sticks for Crafts - 5.2 Long, 0.26-0.37 Thick - DIY Bee Houses, Jewelry Projects - Craft Supplies | Buy Now with Express International Delivery | GoSupps.com

Tahap 3 — Perakitan

Merekatkan bagian-bagian bambu sesuai desain dan memastikan sambungan kuat.

Eco Friendly Products of Bamboo – Everyday Essentials
 – Page 3 – Bamboostan

Tahap 4 — Finishing dan evaluasi

Menghaluskan permukaan, memeriksa kualitas, lalu mengemas produk dengan aman.

Dari contoh tersebut, sistem produksi membantu menghasilkan produk secara terencana, sedangkan K3 menjaga agar setiap tahapan berlangsung dengan aman.

D. Rangkuman

  1. Sistem produksi merupakan rangkaian kegiatan mengubah input menjadi output melalui proses tertentu.

  2. Komponen sistem produksi meliputi input, proses, output, serta pengendalian dan evaluasi.

  3. Tahapan produksi mencakup perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pengendalian kualitas, pengemasan, dan evaluasi.

  4. K3 bertujuan mencegah kecelakaan serta melindungi pekerja selama kegiatan produksi.

  5. Penerapan K3 dilakukan dengan mengenali bahaya, menggunakan APD yang sesuai, mengikuti prosedur, dan menjaga kebersihan tempat kerja.

E. Latihan Soal

Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat.

Materi ini dapat digunakan sebagai bahan ajar PKWU kelas XII Fase F. Materi dapat disesuaikan lagi dengan bidang kerajinan, pengolahan, budidaya, atau rekayasa yang sedang dipelajari di kelas.

Belum ada Komentar untuk "Materi PKWU Rezaki Fadly"

Posting Komentar

Postingan Populer

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 mastimon

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel infeed